find us on : 
bank riau
  • Home
  • Iptek
  • Ini Penyebab Drone Raksasa Facebook yang Rusak saat Uji Coba

Ini Penyebab Drone Raksasa Facebook yang Rusak saat Uji Coba


Minggu, 18 Desember 2016 | 14:49:35
(Screenshot via Youtube Facebook)
Drone Aquila hasil kembangan Facebook.
Jakarta - Facebook pada November kemarin mengumumkan drone raksasanya, Aquila, harus mengalami kegagalan struktural saat melakukan uji coba penerbangan. Kini penyebabnya sudah terungkap.

Sejak awal diumumkan Aquila mengalami kerusakan karena ada kegagalan dari sisi teknis sebelum ia mendarat, Facebook kerap mengatakan masih dalam tahap investigasi.

Baru-baru ini National Transportation Safety Board (NTSB) mengumumkan, penyebab kerusakan tersebut adalah angin kencang.

Angin kencang pada saat itu mencapai 18 knot, lebih tinggi 7 knot dibanding prediksi tim teknisi Facebook.

Pihak NTSB mengatakan, fitur autoland pada Aquila tidak berfungsi dengan normal sehingga mengakibatkan drone berbobot 400 kilogram ini seakan kehilangan arah.

Mengutip situs Digital Trends, manuver Aquila membuatnya terbang lebih cepat melebihi batasnya yakni 40 kilometer per jam. Hal ini membuat sayap sebelah kanannya berputar tanpa kendali.

"Fungsi autopilot gagal melacak kecepatan udara dan jalur mendarat secara bersamaan. Autopilotnya juga seakan memberi prioritas berlebih terhadap jalur mendarat tanpa mengurangi kecepatan terbang," terang pihak Facebook dalam pernyataan resminya.

Facebook turut menambahkan, perusahaan akan memperbaiki desain Aquila yang nantinya bekerja untuk proses pendaratan lebih pelan dan mulus.

Selain desain, Facebook juga akan merombak peranti lunak yang bakal lebih apik lagi dalam melacak kecepatan udara dibanding ketinggian terbang.

Perubahan desain dan peranti lunak ini akan langsung diterapkan di Aquila generasi kedua yang pengembangannya telah dimulai oleh Facebook sendiri.

Drone Aquila memang terbilang menarik perhatian lantaran tujuannya yang mulia, yaitu menyebarkan koneksi internet ke seluruh pelosok dunia.

Bahkan Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan bahwa Mark Zuckerberg menawarkan program konektivitas jaringan internet untuk daerah terpencil di Indonesia menggunakan Aquila.

Aquila tergolong besar untuk sebuah drone. Lebar sayapnya setara pesawat Boeing 737, yakni sekitar 42 meter.

Aquila diklaim mampu terbang selama 90 hari dan bakal mengangkasa di ketinggian 20 sampai 30 kilo meter sehingga tidak mengganggu pesawat komersial, dan diklaim tidak terpengaruh cuaca.***cnn


BERITA TERKAIT:
Tolak Konten Berbahaya, Medsos Raksasa Sediakan Tim Blokir Akun Teroris
Tulis Status `Kalar`, Siap-siap Akun Facebook Anda Segera di Blokir
Batuk Seraya Mengeluarkan Air Kencing, Ini Penyebab & Solusinya
Kapuspen TNI: Pernyataan Panglima TNI di Akun Facebook Siti Humairoh adalah Hoax
Keluarga Belum Tahu Penyebab Kematin Bartje Van Houten
Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.