find us on : 
bank riau

Resmi Jadi Presiden, Macron Langsung Pegang Kode Nuklir


Minggu, 14 Mei 2017 | 19:26:53
(AP)
Francois Hollande, menerima Emmanuel Macron di halaman depan Istana Presiden.
Prancis - Emmanuel Macron dilantik sebagai Presiden Prancis termuda hari ini, Minggu (14/5/2017). Dalam pelantikannya, Macrone mengatakan akan meberikan harapan baru bagi Prancis dan akan kembali mengibarkan Uni Eropa. Macron mengambil alih jabatan sebagai orang nomor satu Prancis setelah mengalahkan Marine La Pen dalam Piplres belum lama ini.

Setelah disambut eks Presiden Francais Holande di Alysse Palace, keduanya melakukan pertemuan tertutup. Dalam pertemuan tersebut, Macron dikabarkan langsung diberikan kode aktivasi untuk meluncurkan senjata nuklir.

Setelah rapat tertutup, Macrone yang pernah menjabat sebagai Menteri Ekonomi dan penasihat presiden di era Hollande kemudian dikenalkan kepada staf pembantunya. Setelah itu, Macron kemudian disahkan sebagai pemimpin baru Prancis oleh Laurent Fabius, Kepala Dewan Konstitusi Prancis.

"Sebagai pemimpin satu negara, Anda adalah pemimpin waktu, pemimpin negara ini. Setelah terpilih, sekarang Anda berada di atas semua orang,"kata Laurent dalam pidatonya seperti dikutip AFP.

"Dunia dan Eropa, membutuhkan Prancis lebih dari sebelumnya, mereka butuh prancis yang kuat dengan naluri dan takdirnya," lanjutnya.

Di awal masa jabatannya, Macron rencananya akan bertemu dengan Kanselir Jerman Angela Merkel di Berlin, Senin (15/5/2017) mendatang. (AFP)


BERITA TERKAIT:
Presiden RI: TNI Harus Menyatu Bersama Rakyat
Presiden Ingatkan WNI Tidak Saling Hujat dan Sebar Hoax
Trump Puji Kampanye Anti-narkoba Presiden Filipina
Saksikan Latihan PPRC-TNI, Presiden RI Bangga dengan TNI
Presiden Resmi Lantik Wan Thamrin Jadi Wagubri
Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.