find us on : 
bank riau

Menlu RI Utarakan Laporan HAM ke PBB


Kamis, 4 Mei 2017 | 21:10:02
int
Retno Marsudi, Menteri Luar Negeri (Menlu) RI.
Jenewa - Delegasi yang dipimpin oleh Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi dan Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memaparkan laporan HAM rutin Indonesia dalam siklus ke-3 mekanisme Universal Periodic Review (UPR) Dewan HAM PBB (UNHRC) pada Rabu (3/5/17) di Jenewa.

Dikutip dari CNNindonesia.com, selama 3,5 jam di hadapan 103 delegasi, Indonesia memaparkan usaha pemerintah selama empat setengah tahun terakhir meningkatkan perhatian dan melindungi HAM seluruh warga.

"Sejumlah rekomendasi yang Indonesia terima pada tahun 2012 telah disusun dalam 13 cluster dalam Laporan UPR kita, mulai dari isu ratifikasi Konvensi HAM Internasional hingga kebijakan pembangunan di Indonesia, yang juga menggarisbawahi pelaksanaan pembangunan di pelosok," ujar Retno.

Dalam sidang tersebut, delegasi RI memaparkan sejauh mana pemerintah telah melaksanakan rekomendasi-rekomendasi dari negara anggota terkait perlindungan HAM di Indonesia.

Retno mengatakan, delegasinya juga menyampaikan penjelasan sejumlah masalah HAM yang menjadi perhatian pemerintah seperti penanganan anti-penyiksaan, penghapusan Peraturan Daerah yang diskriminatif, jaminan kebebasan beragama, perlindungan pekerja migran Indonesia, serta penguatan kehidupan demokrasi dan budaya toleransi dalam masyarakat.

Selain itu, kebijakan Indonesia terkait penerapan hukuman mati, pemajuan dan perlindungan hak anak, perempuan, dan penyandang disabilitas turut dibahas dalam pertemuan rutin tersebut.

"Delegasi RI juga secara langsung menyampaikan tanggapan terhadap berbagai hal yang diangkat oleh para delegasi dalam sidang tersebut," tutur Retno.

Menurut Retno, sejumlah delegasi negara anggota menyambut baik penyampaian laporan HAM Indonesia. Beberapa negara bahkan mengapresiasi kemajuan yang dicapai Indonesia mengenai HAM, khususnya ratifikasi atas berbagai konvensi internasional terkait.

"Setelah melakukan dialog dengan delegasi dari 103 negara, tertangkap pesan kuat bahwa para delegasi mengapresiasi berbagai kemajuan serta komitmen Indonesia dalam mengatasi tantangan di bidang pemajuan dan perlindungan HAM, baik di tingkat nasional atau daerah, serta kepeloporan Indonesia di tingkat kawasan dan global," ucap Retno.

Pada pelaporan ini, Indonesia memfokuskan pemaparannya mengenai implementasi 150 rekomendasi yang sebelumnya dianjurkan oleh negara-negara pada Indonesia dalam sidang siklus ke-2 tahun 2012 silam.

Di akhir sidang pada tanggal 5 Mei nanti, pertemuan tersebut akan kembali menghasilkan berbagai rekomendasi dari negara anggota untuk ditindaklanjuti oleh Indonesia dalam masalah penegakkan HAM.

Hal ini, tutur Retno, tentunya menuntut kerja sama dan dukungan lintas kementerian di tanah air untuk semakin menegakkan pemajuan dan perlindungan HAM di Indonesia. (cnnindo)

BERITA TERKAIT:
Kapolda Riau Open House Bersama Jajaran
Lebaran, Giring dan Cynthia Ciuman di Rumah Jamal Mirdad
Bupati Bengkalis Tunaikan Salat Ied di Masjid Arafah Duri
Mabes TNI Gelar Sholat Idul Fitri di Cilangkap
Polda Riau Bekuk Napi Provokator Kerusuhan Rutan Sialang Bungkuk yang Kabur
Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.