find us on : 
bank riau

Soal Rudal Korut, Rusia Blokir Kecaman DK PBB


Kamis, 20 April 2017 | 19:00:36
reuters
Rusia menolak menyetujui kecaman DK PBB terhadap Korut, menekankan cara dialog mesti diutamakan untuk menghentikan ambisi nuklir dari negara paling terisolasi itu.
Moskow - Sejumlah diplomat mengatakan, Rusia memblokir kecaman Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) bagi Korea Utara atas uji coba rudal terbaru mereka pada akhir pekan lalu, yang dinilai kian mengancam stabilitas kawasan.

Beberapa diplomat di DK PBB menuturkan, pemblokiran ini dilakukan lantaran Moskow tak setuju dengan bahasa keras yang tercantum dalam kecaman tersebut, menekankan perlunya mengutamakan cara dialog untuk mencapai solusi damai dengan negara paling terisolasi itu.

Seorang diplomat yang tak ingin disebutkan namanya mengaku kaget dengan langkah Rusia ini. Sebab, pemblokiran ini terjadi ketika China, sekutu terdekat Korut, bahkan setuju dengan sikap keras Amerika Serikat terhadap Pyongyang.

Rancangan kecaman ini berisikan tuntutan bagi Korut untuk "tidak lagi melakukan uji coba nuklir di masa depan" dan menghentikan peluncuran rudal yang sejak awal tahun 2017 ini kerap dilakukan.

Dalam proposal itu, anggota DK PBB menyatakan, "keprihatinan mereka atas perilaku yang tidak stabil dari Korut."

Dokumen itu juga menegaskan, anggota dewan akan mengambil tindakan yang lebih signifikan lagi untuk menghentikan aktivitas rezim Kim Jong-un ini.

"Penting agar Korut tahu bahwa kami tidak berusaha untuk berkelahi dengan mereka, jadi jangan coba-coba memicu pertikaian," tutur Duta Besar AS untuk PBB Nikki Haley, Kamis (20/4/17).

"Kami dengan jelas mengatakan bola liar ada di tangan mereka, seharusnya mereka tidak mencoba memainkan itu dalam tahap ini," kata Haley seperti dikutip AFP.

Selama ini, Washington terus mendesak Pyongyang berhenti mengembangkan rudal dan nuklirnya. Presiden Donald Trump bahkan telah mengirimkan kapal induk USS Carl Vinson ke perairan Semenanjung Korea sebagai respons terhadap uji coba rudal terbaru Korut.

Wakil Presiden Mike Pence juga menegaskan, Gedung Putih tak segan melawan serangan Pyongyang dengan respons efektif yang luar biasa. Seluruh cara, termasuk langkah militer, disebut telah siap diluncurkan AS untuk membendung ancaman Korut.

"Korut adalah ancaman paling berbahaya dan mendesak bagi perdamaian serta keamanan di kawasan Asia Pasifik. Kami akan mengalahkan serangan apapun yang datang dari Korut. Serangan senjata konvensional maupun nuklir, akan kami respons dengan strategi efektif AS yang luar biasa," tutur Pence saat bertandang ke Jepang kemarin.

Perbedaan sikap dari Rusia ini disebut kian memperumit perundingan tingkat menteri DK PBB mengenai Korut yang akan berlangsung minggu depan. Menteri Luar Negeri AS Rex Tillerson direncanakan akan memimpin sidang tersebut.***/AFP.

BERITA TERKAIT:
Pilpres Perancis Masuk Dua Putaran, Le Pen - Macron Bersaing
Serang Warga Pakai Senjata Kimia, Kanada Berikan Suriah Sanksi
Gatot Nurmatyo: TNI dan Polri Jamin Rasa Aman Pilkada Putaran Dua DKI
Panglima TNI Sebut Penugasan Misi Perdamaian PBB Adalah Tugas Istimewa
Kazakhstan Sebut Pelaku Teror Rusia dari Asia Tengah
Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.