find us on : 
bank riau
  • Home
  • Hukrim
  • Kapolri Tidak Ingin KPK-Polri Dibentur

Kapolri Tidak Ingin KPK-Polri Dibentur


Sabtu, 9 September 2017 | 18:44:43
(antara)
Kapolri Jenderal Tito Karnavian, bersama Ketua KPK Agus Rahardjo, Setyo Wasisto saat mengadakan Konfrensi Pers di Jakarta.
Jakarta - Politikus PDIP yang juga anggota Pansus Hak Angket KPK, Henry Yosodiningrat meminta KPK dibekukan. Dia kemudian meminta Kejaksaan yang mengambil peran penuntutan dan Polri yang mengambil penyidikan.

Polri sendiri memilih tak berkomentar soal usulan pembekuan ini. Kapolri Jenderal M Tito Karnavian meminta agar, Polri dan KPK tak dibenturkan.

"Saya tidak mau berkomen. Sudah saya sampaikan kalau untuk posisi Polri berkaitan masalah KPK-Pansus. Kami menghormati dua-duanya. Khusus dengan KPK Polri tak ingin institusi ini berbenturan dengan KPK," kata Tito pada awak media di Hotel Sultan, Jakarta, Sabtu (9/9/2017).

Menurut Kapolri Tito, bila Polri dan KPK berbenturan, maka tidak akan baik dalam hubungan bernegara.

"Oleh karena itu, Polri pada prinsipnya justru ingin bersinegri antara KPK dengan Polri yang semakin baik, kalau ada permasalahan ini, yang kita bangun melalui mekanisme-mekanisme pertemuan dengan Pimpinan KPK," paparnya.

Disebutkannya, Wakapolri Komjen Syafruddin bertemu dengan pimpinan KPK untuk melihat dan menghasilkan solusi yang terbaik.

"Komunikasi yang paling penting. Komunikasi kalau antar pimpinan sudah. Kalau di KPK sendiri, di KPK sebetulnya bergantung leadership dari komisioner KPK. Kita sangat harapkan beliau-beliau dapat jadi bapak-bapak dan ibu yang baik, sebab semua adalah anak-anaknya," pungkas Kapolri Tito.***

BERITA TERKAIT:
KUPT Puskesmas Kandis : Keterbatasan Bukan Alasan untuk Tidak Bekerja
Presiden Jokowi Ingin Film G30S PKI yang Kekinian
KPK OTT Wali Kota Batu Jawa Timur
OTT, KPK Tetapkan Ketua DPRD & Dirut PDAM Tersangka
Waspada, Jangan Konsumsi Pil Ini, Jika Tidak Ingin Seperti Zombie
Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.