find us on : 
bank riau
  • Home
  • Hukrim
  • Polisi Tembak Mati Bandar Narkoba di Kampar
Mantan Oknum TNI dan Polisi Terlibat

Polisi Tembak Mati Bandar Narkoba di Kampar

1 Tewas, Tiga Diciduk

Sabtu, 29 Juli 2017 | 19:38:33
ist
Kapolda Riau, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara didampingi Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Guntur Aryo Tejo saat menggelar ekspose penangkapan Bandar Narkoba asal Kampar di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Riau, Sabtu (29/7/2017).
Pekanbaru, Oketimes.com - Jajaran Kepolisian Daerah (Polda) Riau, tampaknya tidak sedang main-main dalam mengungkap peredaran Narkoba di wilayah hukumnya.

Sebagai bukti, jajaran Polda Riau melalui Satuan Reserse Narkoba Polres Kampar berhasil mengungkap dan melumpuhkan jaringan bandar besar sabu di Kabupaten Kampar, Sabtu (29/7/2017) sekitar pukul 04.15 Wib.

Petugas melumpuhkan YA mantan oknum TNI yang terlibat jaringan narkoba harus berakhir dari pelariannya saat petugas memburu sang bandar di daerah Rimbo Panjang, Kampar.

Polisi berhasil melumpuhkan 1 orang pelaku yang terpaksa diterjang 7 peluru di bagian depan, lengan, kaki dan bagian belakang, lantaran melawan. Dari pecatan mantan oknum TNI itu, polisi menemukan sebanyak 500 gram sabu dengan sepucuk senjata Airshoft Gun dengan 6 amunisinya.

"Dalam sehari, kita berhasil menangkap 3 rangkaian jaringan bandar besar narkoba," kata Kapolda Riau, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara kepada awak media saat menggelar ekspose di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Riau, Sabtu (29/7/2017) pagi.

Kapolda Riau menyebutkan, pengungkapan jaringan bandar besar narkoba ini berawal dari tertangkapnya dua orang pelaku HD dan AW yang melakukan transaksi narkoba di SPBU Kampar, Riau, Jumat (28/7/2017) pukul 15.00 Wib. Dari tangan pelaku, ditemukan beberapa paket sabu.

"Saat diintrogasi petugas, pelaku memberikan keteranga dan petugas mengembagkan asal muasal barang haram tersebut. Kemudian petugas menemukan satu nama pelaku lagi," ujar mantan Kapolda Maluku Utara pada tahun 2015 ini menjelaskan.

Lanjut Zulkarnaen, selang beberapa menit kemudia usai penangkapan HD dan HW. Petugas melakukan pemancingan (Under Cover Buy) terhadap pelaku inisial JH yang juga merupakan mantan pecatan polisi yang sempat bertugas di Polres Kampar. Pelaku diringkus petugas, tanpa perlawanan berarti.

"Tidak puas dengan penangkapan JH ini, kita kembali lakukan pengembangan dengan menerima keterangan dari pelaku. Bahwasanya ada seorang nama pelaku lagi diduga jaringan bandar besar narkoba," sambung Kapolda.

Sambung Kapolda, petugas kemudian diteruskan dengan memancing kembali terhadap jaringan bandar besar narkoba inisial YA. Kesempatan ini diterimanya dan dilakukan transaksi di daerah Rimbo Panjang hari yang sama pukul 04.15 Wib.

Saat dilakukan penangkapan, aksi polisi ini malah diketahui oleh YA yang curiga dengan gerak-geriknya. Kejadian ini tak dapat dielakkan yang akibatnya pelaku melakukan perlawanan terhadap polisi dengan melakukan penembakan. Namun di akhir cerita kemenangan berpihak ke polisi.

"Ada 7 kali tembakan yang diterima pelaku yang akhirnya tewas juga di tempat. Dimana peluru yang bersarang ini tepat di dada, kaki, lengah tangan dan punggung bagian belakang. Namun tidak tembus," terang mantan Kabid Humas Polda Metro Jaya pada 2008 lalu dalam ekspose tersebut.

Dia juga tidak lupa mengucapkan terimakasih kepada Polres Kampar yang telah berhasil mengungkap jaringan bandar besar narkoba ini. Sukses buat jajaran Polres Kampar yang sudah bekerja dengam baik," ucap jenderal bintang dua ini mengapresiasi jajarannya. (ars)

BERITA TERKAIT:
Ngaku Areal Sudah Diganti Rugi, Warga Kampar Geram
Lagi, Polisi Temukan Narkoba di Rumah Kontrakan Briptu TH
Selamatkan Adik, Bocah 8 Tahun Ikut Tewas Tenggelam
Polres Kampar Musnahkan 527,42 Gram Sabu
Tragis, Satu Keluarga Ini Diikat Rampok Bersajam
Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.