find us on : 
bank riau
  • Home
  • Hukrim
  • Imigrasi Pekanbaru Deportasi Dua WNA Jerman ke Negara Asal
Disinyalir Jaringan ISIS

Imigrasi Pekanbaru Deportasi Dua WNA Jerman ke Negara Asal


Minggu, 16 Juli 2017 | 20:36:18
ist
Kedua WNA Jerman berinisial SY (24) dan JL (23) beserta istri sirinya saat di berangkatkan menggunakan pesawat Citilink di Bandara Sultan Syarif Kasim Pekanbaru, Riau, Minggu (16/072017) pukul 13.00 WIB.
Pekanbaru, Oketimes.com -Kantor Imigrasi Kelas I Pekanbaru memulangkan dua warga negara asal Jerman ke negara asalnya. Hal ini dilakukan mengingat kedua WNA itu telah melebihi masa izin tinggal di Indonesia selama beberapa bulan lebih dan juga disinyalir jaringan teroris ISIS, Minggu (16/7/2017).

"Sudah diberangkatkan ke Jakarta, ke Jerman hari ini juga (Minggu,16/07/2017). Keduanya tak bisa kembali ke Indonesia lagi karena dicekal," ujar Kepala Imigrasi Kelas I Pekanbaru, Pria Wibawa di Pekanbaru, Minggu siang.

Dikatakannya, selama memasuki masa pencekalan sejak enam bulan lalu, pihaknya sempat memperpanjang masa izin tinggal mereka. Namun setelah melewati batas ketentuan pihkanya harus mengambil tindakan tegas dengan mendepotasikan ke negara asalnnya di Jerman. "Keduanya berangkat menggunakan pesawat Citilink pukul 13.00 WIB," kata Pria.

Pria juga menyebutkan kedua WNAS laki-laki tersebut, sebelumnya sempat menjalani pemeriksaan di Kepolisian Sektor Tampan, Pekanbaru akhir pekan lalu. Kedua WNA Jerman berinisial SY (24) dan JL (23), ketika itu diketahui sedang berada di rumah seorang perempuan warga Pekanbaru LM (26) yang dinikahi siri oleh salah satu diantaranya.

Belakanngan kedua WNA tersebut sempat membuta keributan, lalu ada laporan dari warga ke Polsek Tampan Peknabaru. Setelah itu, dikhawatirkan juga kedua WNA itu terlibat jaringan teroris ISIS.

Saat diamankan lanjut Pria, Petugas melihat didalam rumah perempuan terlihat ada bendera bertulisan Arab dipajang di dinding. Bendera itu memiliki latar belakang putih dengan tulisan arabnya warna hitam yang mirip dengan bendera ISIS.

Selanjutnya diketahui bahwa bendera itu tidak terkait ISIS, melainkan bendera Hizbut Tahrir Indonesia. Tapi dalam pemeriksaan ditemukan paspor keduanya ada yakni visa bebas kunjungan wisata yang telah habis masa berlakunya.

"Jadi dicurigai, boleh saja polisi mencurigai, tapi akhirnya tidak bisa dibuktikan dan dianggap aman. Maka diserahkan ke Imigrasi karena orang asing, ketika di imigrasi maka ada pelanggarannya yakni 'overstay," pungkas Pria. (ars)



BERITA TERKAIT:
Seorang Undur Diri, JCH Bengkalis Hanya 2 Kloter
Sabtu, Bupati Amril Mukminin Lepas JCH Bengkalis Asal Mandau
Tidak Punya KTA, Yuyun Hidayat Pimpin Kadin Pekanbaru
Pemko Pekanbaru Cabut Sertifikat Laik Sehat Kimteng Senapelan
Kasus Kekerasan Anak, Dewan Anggap Pemrov Tak Beres
Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.