find us on : 
bank riau
  • Home
  • Hukrim
  • Tahanan Tewas, Propam Polda Riau Periksa Anggota Polres Kampar

Tahanan Tewas, Propam Polda Riau Periksa Anggota Polres Kampar


Jumat, 7 Juli 2017 | 20:04:44
ist
Ilustrasi
Pekanbaru, Oketimes.com - Terkait meninggalnya Andri Irawan (20) seorang tahanan di rumah sakit Bhayangkara Polda Riau, Rabu (5/7/2017) sekitar pukul 21.30 Wib lalu, Propam Polda Riau memeriksa sejumlah anggota polisi Polres Kampar atas dugaan pelanggaran yang saat ini masih tahap pengumpulan bahan dan keterangan (Pulbaket).

"Kita masih mengumpulkan Pulbaket dan memeriksa beberapa anggota Reskrim Polres Kampar. Guna mengetahui penyebab kematian korban (seorang tahanan,red)," ujar Kabid Propam Polda Riau, Kombes Pol Pitoyo Agung Yowono pada wartawan, Jumat (7//7/2017) siang,

Kapolres Kampar AKBP Deny Okvianto menyebutkan korban (Andri) meninggal bukan didalam sel tahanan, tapi setelah dirujuk kerumah sakit Bhayangkara Polda Riau.

"Tersangka ini meninggal dunia dirumah sakit Bhayangkara dugaan pelanggaran anggota," kata Deny.

Ia belum mengetahui pasti penyebab kematian Andri pasca proses pemeriksaan oleh anggotanya. Saat ini dirinya masih menunggu hasil otopsi dari pihak rumah sakit Bhayangkara.

"Kita masih menunggu hasil visum. Pasalnya hasil autopsi belum diterima dari kedokteran forensik," pungkas Deny.

Sementara ini, jasad Andri telah diserahkan pihak kepolisian kepada keluarganya dan langsung dikebumikan, Kamis (6/7/2017) sore semalam. (ars)


BERITA TERKAIT:
MNC Capital Indonesia Gandeng Bank Riau Kepri
Kejati Riau Tak Kunjung Tetapkan Tersangka DTT Pelalawan
Kementrian Pariwisata Taja Pelatihan SDM Kepariwisataan di Bengkalis
Jadi Tuan Rumah, Bengkalis Siap Sukseskan Harganas Tingkat Provinsi Riau
APBD Riau Dinilai Boros, Fitra Layangkan Gugatan ke MA
Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.