find us on : 
bank riau
  • Home
  • Hukrim
  • Polisi Kejar Pelaku Pelecehan Lambang Negara di Undip

Polisi Kejar Pelaku Pelecehan Lambang Negara di Undip


Kamis, 18 Mei 2017 | 19:54:24
(suara.com)
Poster Pelecehan Garuda Muncul di Undip.
Semarang - Aparat kepolisian bertekat mengungkap dalang dan motif penyebaran serta pemajangan poster yang melecehkan lambang negara, Garuda di kampus Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Diponegoro (FISIP Undip), Semarang, Jawa Tengah.

Kapolrestabes Semarang Ko misaris Besar Abioso Seno Aji mengatakan, sudah memeriksa sejumlah saksi terkait poster “Garuda ku Kafir”.

"Petugas kemanan dan mahasiswa sudah ada yang kami mintakan keterangan. Hingga kekinian, belum ada informasi mengenai pelakunya. Tapi, kami terus upayakan, karena tak mungkin poster itu dipasang oleh setan," kata Abi seperti dilansir daru suara.com pada Kamis (18/5/2017).

Selain itu, kata dia, polisi juga belum mendapat laporan pemberitahuan mengenai pertemuan di gedung FISIP Undip seperti yang juga tertera dalam poster tersebut.

Tapi, Abi memastikan bakal membubarkan massa kalau pertemuan itu benar-benar diadakan. "Akan kami bubarkan, karena tak sesuai prosedur," tegasnya.

Kasus ini bermula dari penemuan s ejumlah poster yang melecehkan lambang negara, Garuda Pancasila, di kompleks FISIP Undip, Selasa (16/5).

"Saya tahu dari media sosial mengenai temuan poster itu pada Selasa (16/5/2017). Hari ini, saya cek ke lokasi, dan benar ada," kata Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang Supriyadi di Semarang, Rabu.

Informasi mengenai keberadaan poster bertuliskan "Garuda Ku Kafir" itu benar, namun sudah dilepas dan diamankan oleh pihak kampus, serta sudah pula dilaporkan kepada kepolisian.

Salah satu contoh poster yang diamankan pihak kampus, terlihat siluet gambar lambang Garuda Pancasila dengan dominasi warna merah menyala dengan tulisan "Garuda Ku Kafir" di tengahnya.

Sementara di bagian bawahnya, tertulis pula "Depan Gedung A FISIP Undip 20 Mei 2017 Pukul 15.30 WIB" yang diduga merupakan jadwal agenda kegiatan itu.

"Kami khawatir terjadi gerakan-gerakan anti-Pancasila. Makanya, kami ke sini. Kami meminta pihak rektorat menyelidiki siapa pelakunya. Apakah ini unjuk rasa, aksi, atau acara lainnya," katanya.

Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Humas Undip Nuswantoro Dwiwarno menjelaskan sudah melepas dan mengamankan poster-poster itu pada Selasa (16/5) malam , begitu mendapatkan informasi.

Mengenai tanggal yang tertulis di poster yang diduga jadwal agenda kegiatan, ia memastikan bukan kegiatan resmi mahasiwa FISIP Undip, ataupun sivitas akademika lainnya, dan belum ada permintaan izin.

"Kami sudah berkoordinasi juga dengan intel Polda Jateng setelah mengetahui adanya poster dan spanduk ini. Sampai saat ini, belum diketahui siapa yang memasang dan kegiatan dari siapa," katanya.

Berdasarkan informasi yang terhimpun, setidaknya ada empat poster yang ditemukan di kampus Fisip Undip, kemudian satu poster dan satu spanduk ditemukan di kantin fakultas, dan langsung diamankan.***


BERITA TERKAIT:
Lawatan Kenegaraan Perdana, Donald Trump Tiba di Saudi
Usai Potong Penis Guru Agama Cabul, Wanita Ini Telepon Polisi
Coba Lakukan Pencurian, DPO Begal Motor Diamankan Polisi
3 Mantan Lurah di Pekanbaru Ditangkap Polisi
Masyarakat Desa Teluk Binjai Laporkan Tindakan Penganiayaan PT SAU ke Polisi
Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.