find us on : 
bank riau
  • Home
  • Hukrim
  • Polres Kampar Dalami Motif Dugaan Korban Penembakan di Tambang

Polres Kampar Dalami Motif Dugaan Korban Penembakan di Tambang


Senin, 17 April 2017 | 19:15:11
(Shutterstock)
Ilustrasi penembakan dengan mobil.
Kampar, Oketimes.com - Aparat Kepolisian Polsek Tambang dibantu Sat Reskrim Polres Kampar masih terus mendalami kasus penembakan berujung maut terhadap korban Abu Samah (60), warga Pekanbaru yang terjadi di Jalan Lintas Bangkinang-Pekanbaru‎, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, Riau.

Dugaan awal, tewasnya Abu Samah yang jatuh dari motornya di Desa Koto Perambahan, Kecamatan Kampar Timur, Kabupaten Kampar itu, karena kejadian laka lantas. Kemudian berkembang ke arah perampokan hingga dendam pribadi terhadap korban.

Kapolsek Tambang AKP Jambi Lumban Toruan dikonfirmasi belum berani memastikan motif dari tewasnya korban. Pihak Kepolisian masih menunggu hasil otopsi dari RS Bhayangkara terkait kematian korban.

"Sementara ada dua luka di bahu dan leher, akibat senjata tajam, dua lubang. Belum dipastikan akibat senjata api, nanti kalau tidak ada pelurunya gimana, masih didalami dan nunggu hasil otopsi," kata AKP Jambi, Senin (17/4/2017).

Ia menjelaskan, kejadian ini awalnya setelah Polsek Tambang mendapat laporan adanya Laka Lantas di jalan lintas tersebut. Unit Lantas di Polsek bersama Reskrim langung turun ke lokasi melakukan olah tempat kejadian perkara.

Di tempat kejadian perkara (TKP), petugas menemukan luka dibagian bahu dan leher akibat senjata tajam. Pemeriksaan saksi di lokasi dilakukan, kemudian kejadian ini mengarah dari Laka Lantas ke dugaan percobaan perampokan.

Hanya saja, hasil olah TKP petugas di lokasi tidak menemukan adanya barang korban yang diambil dua pelaku. Kejadian ini kemudian mengarah kepada unsur dendam, tapi belum bisa dipastikan karena belum ada saksi yang memastikannya.

"‎Tidak ada barang-barang milik tersnagka yang hilang di lokasi," tambah Kanit Reskrim Polsek Tambang Iptu Charles Nainggolan dikonfirmasi terpisah.

Iptu Charles menyebut pihaknya juga sudah memeriksa beberapa saksi, termasuk dari keluarga korban. Pihaknya juga sudah memeriksa sebagian saksi di lapangan untuk menjelaskan kronologis kejadian.

"Saksi di lapangan baru sebagian, ada yang tidak mau diperiksa. Kalau dari saksi keluarga juga belum mengarah kepada dendam terhadap korban," kata Charles.

Terkait kejadian ini, Iptu Charles menyatakan adanya tembakan pada tubuh korban. ‎

Sementara itu, Kapolres Kampar AKBP Edy Sumardi dalam rilisnya kepada wartawan pada Minggu 16 April 2017 malam, menyebut adanya suara tembakan yang didengar warga di lokasi kejadian.

Menurut Edi, ada saksi berinisial Mn mendengar suara tembakan. Saksi ini disebut melihat korban yang mengendarai Honda Supra X BM 3375 OA oleng dan langsung jatuh ke pinggir jalan, kemudian masuk parit.

‎"Korban merupakan tauke barang harian. Motif pastinya akan diketahui ketika pelaku tertangkap, mudah-mudahan bisa diungkap," sebut Edy.‎

peristiwa tersebut berawal sewaktu pria asal Selatpanjang, Kabupaten Kepulauan Meranti itu, baru pulang dari Bangkinang, Kabupaten Kampar dengan tujuan Pekanbaru, Minggu 16 April 2017.

Korban kala itu mengendarai sepeda motor Honda Supra BM 3755 AO. Ketika melintas di jalan tersebut, persisnya di Kecamatan Kampar Timur, dipepet 2 pria misterius memakai sepeda motor. Korban dipepet, kemudian terdengar suara letusan senjata. Usai suara itu, korban oleng dan jatuh hingga dinyatakan tak bernyawa. (dam)

BERITA TERKAIT:
Kapolda Riau Open House Bersama Jajaran
Polda Riau Bekuk Napi Provokator Kerusuhan Rutan Sialang Bungkuk yang Kabur
Kapolda Riau: Situasi Kondisi Kamtibmas dan Arus Mudik Aman dan Lancar
Pantau Arus Mudik, Kapolda Riau Cek Kesiapan Pos Pam di Perbatasan Riau-Sumbar
Polres Inhil Terjunkan Tim Harat di Pusat Keramaian
Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.