find us on : 
bank riau
  • Home
  • Hukrim
  • Polisi Amankan Mucikari Penjual Gadis di Cafe Remang Maredan

Polisi Amankan Mucikari Penjual Gadis di Cafe Remang Maredan


Rabu, 12 April 2017 | 17:36:08
ist
Kepolisian Sektor Tenayan Raya, membongkar tindak kejahatan perdagangan manusia atau human trafficking di komplek lokalisasi Maredan tepatnya di Cafe Arimbi, Kecamatan Tenayan, Minggu (09/4/2017) malam, sekitar pukul 23.30 WIB.
Pekanbaru, Oketimes.com - Kepolisian Sektor Tenayan Raya, membongkar tindak kejahatan perdagangan manusia atau human trafficking di komplek lokalisasi Maredan tepatnya di Cafe Arimbi, Kecamatan Tenayan, Minggu (09/4/2017) malam, sekitar pukul 23.30 WIB.

Tersangka dalam kasus ini adalah Yuliani alias Dedek (40), warga komplek lokalisasi Maredan Kelurahan Kulim, Kecamatan Tenayan Raya, Kota Pekanbaru, Riau.

"Human traficking terhadap anak dibawah umur berinsial M (16) warga asal Pandeglang, Prov Banten. Mereka dijanjikan kerja di Pekanbaru. Kemudian dibawa dan ditempatkan suatu tempat, ternyata tempat lokalisasi atau pelacuran di komplek Maredan," kata Kapolsek Tenayan Raya Kompol Indra Rusdi SH, Rabu (12/4/2017).

Menurut Indra Rusdi, modus dari human trafficking ini yakni dengan menjanjikan pekerjaan sebagai pelayan restoran dengan gaji Rp2 juta. Namun sesampainya di Pekanbaru, ternyata korban di perkerjakan sebagai PSK.

Di Pekanbaru, jika korban tak mau melayani tamu untuk kencan berhubungan badan maka tesangka akan memarahi korban. "Pelaku juga memaksa korban untuk memakai berpakaian seksi untuk menarik tamu dan minum pil KB agar tak hamil," ujar Kapolsek.

Lanjut Kapolsek, selama korban di Pekanbaru terhitung Rabu (05/4/2017), korban sudah dua kali melayani tamu untuk berhubungan badan dengan tarif Rp250 ribu setiap kali berhubungan badan.

"Oleh pelaku, uang tersebut diambul selaruhnya tanpa memberikannya ke korban, dengan alasan korban masih punya hutang transportasi pemberangkatan dari Banten ke Pekanbaru," ungkap Indra Rusdi.

Dalam aksinya, pelaku juga tak diijinkan berkomunikasi dengan keluarganya di Pandeglang. Sang mucikari ini mengambil Sim Card korban dan menukarnya dengan Sim Card lain.

"Korban juga tak diperbolehkan keluar dari lokalisasi Maridan oleh pelaku," sambung Kapolsek.

Dijelaskan Indra Rusdi, penangkapan terhadap tersangka berawal dari informasi yang diberikan masyarakat ke Polsek Tenayan Raya yang menyebutkan ada seorang anak dibawah umur yang dipekerjakan di lokalisasi Maredan.

Menindak lanjuti informasi tersebut, tim Opsnal Polsek Tenayan Raya kemudian melakukan penyelidikan dan penangkapan terhadap pelaku.

"Saat ini tersangka sudah diperiksa dan telah ditahan. "Mereka diancam sanksi dalam Undang-Undang 21/2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan orang, Pasal 2 ayat 2 dengan ancaman 15 tahun," tandas Indra Rusdi. (dam)

BERITA TERKAIT:
Amankan Keramaian Kota, Satgas Hangtuah Sebar Penembak Jitu
Main Game di Warnet Hingga Larut, Polisi Pulangkan 54 Pelajar SD
Polisi Amankan Pemalsu Uang Kertas Puluhan Juta di Bengkalis
Amankan Jalur Mudik, Polda Riau Sebar Tim Sniper
Angkut Barang Ilegal, Polair Bengkalis Amankan 300 Karung Bawang Asal Malaysia
Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.