find us on : 
bank riau
Nganggur

240 Jamaah GJKI Rohul Buruh PT Torganda Terancam Kelaparan

Kisah Tragis Buruh Kebun Korban PHK di Rohul

Selasa, 8 September 2015 | 21:16:05
disedikan oketimes.com
Inset: Pendeta GJKI Rohul Lister Situmorang dan nasib buruh harian lepas perkebunan sawit.
Pasir Pangaraian, OKETIMES.COM - Sebanyak 240 buruh PT Torganda di daerah Tambusai Utara, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) provinsi Riau kini terancam kelaparan. Pasalnya perusahaan perkebunan di tempat mereka mengais rezeki sedang dilanda masalah. Informasi ini disampaikan Pendeta GJKI Rohul Lister Situmorang pada awak media di Pasir Pangaraian, Selasa (8/9/2015) siang.

Katanya, meski perusahaan bermasalah, semestinya pihak perusahaan harus bertanggung jawab terhadap karyawannya. Sebab ratusan buruh tersebut kini sudah terancam kelaparan, karena sudah beberapa bulan tidak lagi bekerja di perusahaan tempat mereka kerja. 

" Kemarin saya hanya bisa memberikan beras satu zak dan dua kardus indomie, untuk 30 Kepala Keluarga (KK). Kemudian masih ada 7 afdeling kondisinya sudah tragis, bagi kami pokoknya ada beras dan bisa dimakan, meskipun apa jenis beras itupun, kami sudah sangat bersyukur," tuturnya.

Sangkin parahnya ungkap Lister, salah satu buruh perusahaan tersebut sudah ada yang melakukan percobaan bunuh diri satu keluarga. Dan lima orang meninggal dunia, satu orang kini tengah di rawat di Rumah Sakit Umum Medica Rantau Kasai.

Imformasinya lanjut Lister, kepala keluarga memberikan racun kepada istri dan anak-anak, karena pada saat itu sudah dua hari tidak ada beras, akibat sulitnya ekonomi terpaksa mereka meminum racun bersama-sama " Saya tidak tahu lagi gimana kondisinya jamaah saya, mereka hanya kerja dua Hari Kerja (HK) satu bulan, satu HK Rp 79 ribu, sementara anaknya ada yang 10 orang dan ada yang 6 orang," tuturnya.

Lister Situmorang berharapa, kepada Pemkab Rohul untuk diam saja. Mestinya pemerintah dapat membantu masyarakat, atau  setidaknya dapat memberikan bantuan makanan untuk bertahan hidup. " Kalau bisa pemerintah jangan menggantung-gantung seperti saat ini, semestinya pemerintah lebih cepat mengurusnya, sehingga masyarakat dapat bekerja seperti semula," pintanya.

Tambahnya lagi, kini kondisi BHL masih bertahan di rumah-rumah mereka, karena para buruh tersebut sudah lama jadi Buruh Harian Lepas (BHL).

" Terus terang saja, BHL itu ada yang sudah 20 dan 10 tahun bekerja di sana, namun kini pekerjaan itu tidak ada lagi. Kemana lagi kami untuk mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Jika tidak diperhatikan pemerintah, itu sama dengan membunuh rakyat," tegasnya.

Ia juga mengatakan, kondisi perekonomian para buruh kini sudah sangat benar-benar diatas ambang kewajaran. Apalagi para buruh memang sudah tidak bisa lagi bekerja untuk mendapatkan pekerjaan guna mencukupi kebutuhan sehari-harinya.

" Saat ini mereka sangat membutuhkan uluran tangan dari pemerintah atau donatur. Apalagi saat ini tempat berhutang sudah tak ada yang dapat memberikan. Jangankan nagsi utang, meminjampun ke perusahaan tidak dapat. Jadi saya tidak tahu lagi apa yang saya harus perbuat," paparnya. (yahya)





BERITA TERKAIT:
Hasil Sitaan BC, BKSDA Lepas 935 Burung Liar di Taman Wisata Alam Sungai Dumai
KUPT Puskesmas Kandis : Keterbatasan Bukan Alasan untuk Tidak Bekerja
Curi Pipa Besi Milik PT Chevron, Dua Warga Mandau Diamankan Polsek Tanah Putih Rohil
Polisi Mediasi Konflik Lahan Warga Bersama PT Tasma Puja
Kapolda Riau Sertijab di Mabes Polri, Jumat Pelepasan dan Pisah Sambut di Pekanbaru
Terdapat 1 komentar untuk artikel ini.
saya sebagai karyawan PT. TORGANDA sangat merasa kesusahan,saya sangat butuh banyak biaya untuk pengobatan orangtua saya yang sedang menderita sakit paru-paru.kini saya hanya pengagguran yang tidak ada gunanya dmata orangtua saya.sudah 1 bulan saya tidak bekerja dan gaji bulan 8 hanya stngah dibayar.Kepada pihak pemerintah supaya mempercepat masalah ini.puluhan ribu karyawan saat ini sangat membutuhkan pekerjaan ini.apa tindakan pemerintah selanjutnya,apakah kmi ini masyarakat tiri, sehingga kami ditelantarkan seperti ini.kepada pihak pemerintah agar segera mempercepat masalah ini.sudah banyak kejadian yang menggenaskan yang terjadi kpda karyawan PT.TORGANDA.ada yang meracuni anak istri karena tidak dapat memenuhi kebutuhan mereka.saya karyawan PT.TORGANDA di karya perdana sebagai transport(muat buah)supaya diperhatikan oleh pihak pemerintahaan
Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.