find us on : 
bank riau
  • Home
  • Ekbis
  • Bupati Siak Sosialisasi Replanting Sawit

Bupati Siak Sosialisasi Replanting Sawit


Selasa, 6 Juni 2017 | 21:37:22
ist
Bupati Siak Syamsuar menyerahkan bantuan kepada anak yatim pada Safari Ramadhan di Kampung Kumbara Utama Kec Kerinci Kanan, Kabupaten Siak, Senin (5/6/2017) malam.
Siak, Oketimes.com - Bupati Siak Drs H Syamsuar mengajak masyarakat kecamatan Kerinci Kanan, untuk segera melaksanakan program peremajaan sawit. Khusus untuk daerah yang sudah waktunya, untuk dilakukan replanting tersebut.

Ia menceritakan, ada kebijakan baru dari Ditjen Perkebunan Kementerian Pertanian, yang memberikan kemudahan petani dalam mendapatkan dana dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP-KS).

Kemudahan yang diberikan antara lain, kemudahan persyaratan, dimana peremajaan sawit tidak lagi dengan sistem avalis atau perusahaan pendamping, cukup dengan koperasi. Dan bahkan bisa melalui Gapoktan atau kelompok tani, minimal seluas 50 ha, dan non plasma pun bisa dengan batas minimal 4 ha.

Kemudian, pada saat peremajaan sawit dibolehkan untuk menanam tanaman sela seperti jagung. Tanaman sela Jagung merupakan salah satu alternatif untuk pendapatan petani yang hilang dari tanaman sawitnya yang diremajakan.

Begitu banyaknya kemudahan yang diberikan, oleh karena itu Syamsuar berharap kepada petani sawit, kalau sudah waktunya diremajakan agar segera dilakukan peremajaan. Hal itu disampaikannya dihadapan masyarakat Kampung Kumbara Utama kecamatan Kerinci Kanan, Senin (5/6/2017) malam.

Selain itu, mantan Pj Bupati Kepulauan Meranti itu, juga menyampaikan arahan Menteri Desa dalam pengelolaan dana desa, yang diprioritaskan pada empat hal. Empat hal ini bertujuan untuk menggerakan ekonomi masyarakat yang ada di pedesaan dengan dana desa yang telah dikucurkan.

Ia katakana, dana desa ini setiap tahunnya meningkat, yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pedesaan, artinya dana desa tidak selalu digunakan untuk pembangunan infrastruktur.

Empat hal itu adalah, penggunaan dana desa untuk penunjang potensi desa, artinya setiap desa harus memiliki produk unggulan. Kedua, setiap desa harus memiliki Badan Usaha Milik Desa (Bumdes). “alhamdulillah hampir setiap desa di kabupaten Siak telah memiliki Bumdes,” ujarnya.

Ketiga, setiap desa memiliki embung (penampung air) yang diharapkan dapat dimanfaatkan bagi kemajuan ekonomi masyarakat desa. Ini memang diharapkan untuk daerah penghasil tanaman pangan, tapi bisa juga untuk daerah yang bergambut. Artinya, bisa dimanfaatkan untuk mengatasi kekeringan dan karhutla.

"Embung itu kan bisa buat irigasi, perikanan, sektor pariwisata juga bisa. Bahkan dengan adanya embung, pendapatan masyarakat di sektor pertanian akan meningkat," jelasnya.

Dan yang keempat, dana desa digunakan untuk membangun sarana olah raga, sebagai salah satu bentuk perhatian pemerintah untuk meningkatkan kesehatan masyarakat.

Masih kata Syamsuar, jika infrastruktur desa sudah terbangun, sisa dana desa diharapkan dapat menyokong dari sisi pemberdayaan ekonomi masyarakat, salah satunya dengan cara memberikan pelatihan usaha.

"Ke depan harapannya, dana desa itu bukan sebagai sumber pembangunan desa, melainkan menjadi pengungkit pembangunan ekonomi desa," tutupnya. (hms/rub)

BERITA TERKAIT:
BWI Siak Gelar Rapat Kordinasi dan Workshop Pengelolaan Wakaf Produktif
Bupati Pelalawan Buka Bulan Bakti Peternakan dan Kesehatan Hewan di Lubuk Raja
Perkuat Koordinasi dan Sinergitas, Bupati Amril Silaturahim dengan Kapolda Riau
Kelola Limbah Sawit Jadi Energi Terbarukan, Asian Agri Raih Penghargaan Anugerah Energi Lestari 2017
Hari Ini Bupati Amril Bakal Serahkan 219 SK CPNS
Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.