find us on : 
bank riau
  • Home
  • Ekbis
  • Pabrik Pengelolan Nihil, Gabah Petani di Rokan Hilir terjual ke Sumut

Pabrik Pengelolan Nihil, Gabah Petani di Rokan Hilir terjual ke Sumut

Laporan : Surya/Hendri

Rabu, 22 Februari 2017 | 14:34:17
dw
Seorang Petani saat memanen padi di areal persawahan di Rokan Hilir, Riau.
Bagansiapiapi, oketimes.com - Meski kabupaten Rokan Hilir (Rohil), merupakan salah satu daerah penghasil padi terbesar di Provinsi Riau, namun hingga saat ini daerah yang berjuluk "Negri Seribu Kubah" ini belum memiliki Pabrik Pengolahan padi yang mampu menghasilkan beras puluhan ton perhari dalam bentuk kemasan.

Akibatnya, petani harus menjual hasil panen mereka kepada pedagang untuk dibawa keluar, yakni Sumatra Utara (Sumut) yang memiliki Pabrik atau kilang pengolahan padi.

Salah seorang pedagang, Rafi (30) mengaku sejak sebulan terakhir dirinya membeli padi dari petani di berbagai daerah di Rohil seperti di Kecamatan Bangko, Sinaboi, Pedamaran dan daerah lainnya. Padi yang dibeli dari petani ini dibawa setiap harinya menuju salah satu daerah di Sumut untuk dijadikan beras.

"Satu hari kita membawa puluhan ton padi menuju Sumut mengunakan Colt Diesel. Padi ini kita beli dari para petani di beberapa daerah seperti di Serusa, Sinaboi dan beberapa daerah lain," akunya.

Perkilogramnya padi petani dibeli dengan harga kisaran Rp4.000 dan di pabrik tentu harganya di atas itu, terangnya. Di Pabrik tempat padi ini di tampung bisa menghasilkan beras satu harinya 10 ton dan beras yang sudah jadi itu dibuat dalam kemasan untuk kemudian dipasarkan di sejumlah daerah termasuk di Rohil sendiri.

"Beras yang kita beli di toko, yang ada di Bagansiapiapi ini bisa jadi adalah hasil tanam petani di sini," katanya menjelaskan.

Masyarakat berharap Pemkab Rohil peka sehingga Rohil memiliki pabrik sehingga tak perlu menjual padi ke luar daerah. "Kita butuh uang, kalau tak dijual lalu diapakan lagi padi yang sudah dipanen ini. Kalau di daerah kita ada penampung yang mampu membeli dengan harga yang sama kita siap menjualnya. Tapi sejauh ini kita belum pernah tau ada atau tidak, makanya kita jual saja dengan pedagang yang mau membeli padi kita," ungkapnya.***


BERITA TERKAIT:
Petani Temukan Mayat Tanpa Identitas Terapung di Sungai Indragiri
TPA Nihil, 2017 Rohil Gagal Raih Adipura
Panglima TNI : Petani dan Nelayan Pahlawan Pertumbuhan Ekonomi
Desa Pangkalan Serik Tanam Padi Serentak Sistem Jajar Legowo
Tanam Padi Sistim Jajar Legowo, Gubri Harapkan Kampar Sebagai Sentra Beras Riau
Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.