find us on : 
bank riau

Polri Umumkan Kenaikan Tarif Surat Kendaraan, Netizen `Berkicau`


Selasa, 3 Januari 2017 | 19:47:14
medsos
Tarif kendaraan bermotor yang diunggah di Facebook Divisi Humas Polri.
Jakarta - Tarif pengurusan surat-surat kendaraan bermotor segera resmi berlaku terhitung 6 Januari 2017 besok. Melalui akun media sosialnya, Divisi Humas Mabes Polri hari ini mengumumkan tarif baru tersebut.

Dalam salah satu postingan di laman Facebook Divisi Humas Polri misalnya, disampaikan bahwa tarif baru tersebut berdasarkan pada atau sesuai degan Peraturan Pemerintah (PP) nomor 60 tahun 2016 perihal PNBP di Lingkungan Polri, sebagai pengganti PP no 50 tahun 2010.

Kontan, pengumuman itu pun segera menuai reaksi dari netizen yang juga masyarakat Indonesia yang terdampak kenaikan tarif. Baru sekitar dua jam diunggah, atau hingga sekitar pukul 15.45 WIB, postingan itu sudah dijejali lebih dari 600 komentar, serta dibagikan (share) lebih dari 1.900 kali.

Dari berbagai share yang bisa dipantau, ada banyak nada-nada sinis, maupun ketidaksukaan terhadap kebijakan baru ini. Pembicaraan dan komentarnya pun kemudian banyak yang mengarah pada "kesalahan" pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK).

Sementara pada postingan Humas Polri itu sendiri, juga jelas terlihat banyaknya protes, komentar miring maupun sinis, bahkan sindiran kepada pemerintah. Berikut beberapa di antara komentar negatif netizen di postingan tersebut:

"Lebih parah dari calo," tulis pemilik akun Stefant Yoga Bokko.

"Pajak naik begitu tinggi kalo "rakyatnya sejahtera" gapapa pak," tulis Zanuar Ramadhan.

"PARAH," kata Hilman Taufik.

"Kurang gede itu pak naiknya, pendapatan perkapita rakyat kan udah meroket. Masak naiknya dikit :D," tulis Joko Geb.

"Pengen cepet2 2019," tulis Abbe Villas pula.

"PRESIDEN TERBAIK seASIA & AUSTRALIA (spinned version)," tulis Franklin Ginanjar.

"Ternyata pemerintah itu sendiri "kelompok yg memaksakan kehendak" itu ya pak?? | emmm.... nganu..," tulis A'doeth Kurnia Utd.

"Sungguh payah ini!!!!" tulis akun Wiandica.

"SIAPSIAP MOTOR PADA BODONG, MALING DAN TEMANTEMAN MAKIN BANYAK dah... bbm nyusul bntar lg... WKKWKWKWKWKK," tulis Jamaludin.

"Mau tidak mau harus mau...," ungkap Dee Dee.

"Sakit sakit ckckckck," tulis Luky Pratama Halim.

"Bukannya memakmurkan rakyat, malah memiskinkan yg semakin miskin rakyat," tulis Yaroaknez Yacoeb.

"Dari Rakyat Untuk Rakyat ...slamat menikmati ..salam 10 periode," tulis akun Bambang.

"Hebat , indonesia hebat , Hebat utang nya ...," tulis Deni Suwandi.

"Rakyat semakin diperas," tulis akun Oneto Putro BajulKesupen.

"Hadiah indah di Awal taun. Sungguh merakyat sekali pemerintahan saat ini coeg :v," tulis Uwak Waw Gunawan.

"Mantap!!!! salam gigit jari," tulis akun Eko Latief.

"Gimana negara ini barakah kalo untuk menjalankan nya didapati dr pajak, "Riba" dan hutang....na'udzubillah," tulis Puspita Handayani Efendi.

"Semakin lemes nich rakyat....," tulis Febiyanto.

"Luar binasah,..gile,naek kgak kira2..rakyat kecil makin tersiksa dgn kbjakan yg gk populer...," tulis Noer Munif Widiyatmoko.

"Listrik naik..bbm naik...skrang pjak naik...jozzz," tulis Abdityawarman Espada.

"Tolong lihat komentar, jeritan rakyat pak...apakah itu kebijakan yang pro rakyat?????" tulis Muhamad Solihin Faeyza.

"Kalau bisa diperah, mengapa tidak ?" tulis Abukuda Al Jaran.

"Yg miskin makin miskin," tulis akun Bayu Dedy Masruroh.

"Ini namanya pro wong cilik," ungkap akun Qjoe Farel.

"Wlo setyap 5 thun skli ..tp bgi rkyat mnengah ke bwah ttap membebankn....mhon d kji kmbali," tulis akun Mas Dar.***

Sumber: suara.com


BERITA TERKAIT:
41 Diciduk, Polri Rilis Pelaku Teroris Kampung Melayu
Polda Riau Umumkan 11 Peserta Lulus Seleksi Akpol 2017
Bagi Takjil, Bupati Inhu Tampil di Tribrata TV Mabes Polri
Kapolri Sebut Ada 16 Sel ISIS di Indonesia
Jelang Takbiran, Pemkab Pelalawan Buka Festival Lampu Colok dan Kendaraan Hias
Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.