find us on : 
bank riau

Kisah Bocah Sebelum Meninggal Didekapan Santa Claus Harukan Dunia


Selasa, 13 Desember 2016 | 21:10:33
Santa Claus and a little boy Stock Photo
Ilustrasi, Santa Claus yang bercengkrama dengan seorang anak.
Sebuah kisah tentang seorang bocah yang meninggal dalam pelukan yang dimuat dalam koran Knoxville News-Sentinel, Tennessee telah menggugah hati publik di Amerika Serikat dan dunia.

Sam Venable, yang menemukan dan menulis kisah itu, sadar bahwa cerita itu sungguh sangat sedih, tetapi dia tak sadar bahwa berita yang diwartakannya juga telah mematahkan hati banyak orang di dunia jelang hari raya Natal.

"Saya mendapat respon yang besar karena berita ini. Semua orang bilang mereka menangis saat membacanya dan saya mengaku bahwa saya menangis ketika menulisnya," kata Venable.

Tulisan Venable sendiri dimuat pada koran yang terbit Minggu (11/12/2016). Kisahnya bermula ketika Eric Schmitt-Matzen, lelaki yang sering memerankan karakter Santa Claus jelang liburan Natal mendapat panggilan telepon setelah ia pulang bekerja.

"Itu telepon dari seorang perawat yang saya kenal di rumah sakit," kata Schmitt-Matzen dalam wawancara dengan Venable, "Perawat itu bilang, ada seorang bocah 5 tahun sedang sekarat dan ia ingin bertemu Santa Claus."

Schmitt-Matzen memang dikenal sering memerankan karakter Santa Claus di kawasan Knoxville. Ia punya tubuh besar dan benar-benar punya jenggot berwarna putih yang lebat dengan melengkung.

Ia tiba di rumah sakit itu 15 menit setelah ditelepon. Sesampainya di kamar anak itu, ia meminta agar para pembesuk yang tak bisa menahan diri untuk tidak menangis agar meninggalkan ruangan.

Dalam tulisanya, Venable menuliskan percakapan antara Schmitt-Matzen dengan bocah itu. Sebuah percakapan yang sangat singkat.
"Mereka bilang saya akan mati," kata anak itu, "Apa yang akan saya katakan ketika saya tiba di seberang sana?"

"Bisakah kamu melakukan sesuatu untuk saya?," tanya Schmitt-Matzen yang sudah berkostum Santa Claus.

"Tentu saja," kata anak itu.

"Ketika kamu tiba di sana, kamu bilang kepada mereka kamu adalah Peri Nomor Satu dari Santa dan mereka akan mengizinkan kamu masuk ke surga," jawab Schmitt-Matzen.

"Benarkah?" tanya bocah itu. "Tentu saja benar!”" jawab Schmitt-Matzen.

Schmitt-Matzen menjelaskan kejadian berikutnya: "Anak itu sedikit bangkit, memberikan saya pelukan erat, dan mengajukan satu pertanyaan lagi"

"Santa, bisakah engkau menolong saya?" tanya bocah itu. Schmitt-Matzen lalu merangkul dan mendekap bocah itu.

"Sebelum saya bisa mengatakan apa-apa, ia menghembuskan nafasnya didalam pelukan saya. Saya membiarkannya dalam pelukan saya, saya terus mendekapnya," kenang Schmitt-Matzen.

Setelah keluarga anak itu sadar, bahwa ia telah meninggal, Schmitt-Matzen meninggalkan rumah sakit itu. Sepanjang jalan sampai ke rumahnya ia menangis tiada henti.

"Saya sangat terguncang selama tiga hari. Butuh waktu satu sampai dua pekan bagi saya untuk tidak memikirkan peristiwa itu setiap saat," kata Schmitt-Matzen, "Saya bahkan mengira tak akan bisa berperan sebagai Santa Claus lagi."

Tetapi Schmitt-Matzen membatalkan niatnya untuk pensiun sebagai Santa Claus, setelah melihat sejumlah anak tertawan dan bermain.
"Mereka membuat saya sadar, akan peran yang harus saya mainkan," kata dia, "Ini saya lakukan untuk mereka dan juga untuk saya".***/cnn


BERITA TERKAIT:
Jurnalis Inhil Santuni Bocah Korban Luka Bakar di RSUD Puri Husada
Dua Hari Hilang, Jasad Bocah Tenggelam di Sungai Indragiri Ditemukan
Demi Bangun Musala dan Rumah Singgah, Jupe Rela Lego Berliannya
17 Kios di Kawasan Wisata Air Terjun Lembah Anai Terbakar
Wakil Bupati Pelalawan Terima Penghargaan Desa Wisata Awards 2017
Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.