find us on : 
bank riau

Netizen Desak Pemerintah Usut Kasus Vaksin Palsu


Senin, 27 Juni 2016 | 21:37:36
int
Ilustrasi, peredaran vaksin palsu.
Jakarta, oketimes.com - Vaksin palsu menjadi isu yang tengah ramai diperdebatkan saat ini. Terang saja, hal ini memunculkan ketakutan di kalangan orangtua yang hendak mengimunisasi anaknya. Vaksin palsu itu ditakutkan akan memberikan dampak yang akan mengancam jiwa.

Terkait hal ini, netizen bernama Niken Rosady menggagas petisi daring (online) di platform Change.org. Secara umum, petisi tersebut mendesak pemerintah untuk mengusut kasus vaksin palsu secara tuntas.

Terpantau, per 16.40 WIB, petisi berjudul "Selamatkan nyawa bayi/balita Indonesia. Usut Tuntas Pemalsuan Vaksin di Indonesia!" itu telah didukung oleh 8.977 orang.

Adapun detail dari petisi tersebut memuat 5 hal, yaitu:

    1. Mendukung penyidikan kasus ini, meminta agar POLRI dapat membasmi secara tuntas tindakan        pemalsuan vaksin dan mendukung penindakan yang tegas pada para pelaku.

    2. Meminta Pemerintah, Bareskrim dan pihak berwenang lainnya untuk menarik semua vaksin yang saat        ini beredar dan menggantinya dengan vaksin yang ASLI dan AMAN guna menjamin keamanan dan        perlindungan kesehatan bayi-balita Indonesia.

    3. Meminta Pemerintah, Bareskrim dan pihak berwenang lainnya untuk mengumumkan nama-nama        distributor, Rumah Sakit, Klinik atau tempat kesehatan lainnya yang terindikasi dan/terbukti        menggunakan vaksin palsu.

    4. Mendorong Pemerintah untuk melakukan vaksin ulangan terhadap anak-anak yang lahir antara tahun        2003-2016 guna menjamin generasi Indonesia yang sehat dan bebas penyakit berbahaya.

    5. Mendorong BPOM untuk lebih agresif dalam mengawasi dan memfilter distribusi vaksin dan obat-      obatan pada umumnya.


Selain itu, ada juga petisi mengenai vaksin palsu yang berjudul "Hukum Mati Pasutri Pembuat Vaksin Palsu". Petisi yang digulirkan oleh Rosa Roosmawaty ini per 16.40 telah ditandatangani oleh 2.338 orang.

Departemen Kesehatan belum mendapat laporan korban jiwa karena pemalsuan vaksin ini.***/medsos.


BERITA TERKAIT:
Rilis Koleksi Emoji Mirip Bunda Maria, Netizen Kecam Kim Kardashian
LBH-PWI Riau Desak Polisi Tangkap Ajudan Kadispenda Pekanbaru
Sukses Ungkap Kasus Narkoba, Kapolda Riau Berikan Reward 14 Personilnya
Facebook tertibkan 30.000 Akun Palsu
Miliki Uang Palsu, Dua Pelaut Inhil ditangkap
Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.