find us on : 
bank riau
  • Home
  • Advertorial
  • Warga Transmigran Inhil Terima Bantuan Rumah dan Lahan seluas 2,5 Hektare

Warga Transmigran Inhil Terima Bantuan Rumah dan Lahan seluas 2,5 Hektare


Jumat, 24 Februari 2017 | 02:35:47
Diskominfo Inhil
Gubri Arsyadjuliandi Rachman meletakkan batu pertama pembangunan sekolah di Unit Pemukiman Transmigrasi di Tanjung Tiram, Desa Tanjung Melayu, Kecamatan Kuala Indragiri, Kabupaten Indragiri Hilir, Kamis (23/2).
Inhil, Oketimes.com - Rona bahagia terpancar dari warga Unit Pemukiman Transmigrasi di Tanjung Tiram, Desa Tanjung Melayu, Kecamatan Kuala Indragiri, Kabupaten Indragiri Hilir. Hal itu setelah Pemprov Riau dan Pemkab Indragiri Hilir, memberikan bantuan sebanyak 146 unit rumah, disertai lahan masing-masing seluas 2,5 hektare kepada mereka yang bermukim di kawasan tersebut.

Tidak hanya memberikan bantuan, kehadiran Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman di kawasan itu, Kamis (23/2), juga terasa istimewa. Pasalnya, sejak kawasan itu dibuka pada tahun 2009 lalu, baru kali ini masyarakat yang tinggal di lokasi tersebut dikunjungi seorang kepala daerah.

Kehadiran Gubri Arsyadjuliandi Rachman bersama Bupati Indragiri Hilir HM Wardan, semakin membuat masyarakat bersemangat untuk tinggal di lahan yang jauh dari perkotaan itu.

Mereka juga merasakan kebahagiaan luar biasa, karena merasa hidup layak dengan bantuan yang diberikan Pemprov Riau dan Pemkab Inhil.

Rasa bahagia itu disampaikan salah seorang warga, Legino. Menurutnya, dengan bantuan rumah itu, ia baru merasakan bagaimana hidup layak sebagai seorang warga Riau. Selama ini ia hanya hidup menyewa rumah, di salah satu desa di Tembilahan dan bekerja ikut orang lain.

Dengan bantuan itu, ia bertekad akan mengembangkan lahan yang diberikan pemerintah tersebut untuk bercocok tanam.

"Saya ingin merubah nasib, makanya saya bersedia untuk mengikuti program transmigrasi ini. Walaupun jauh dari perkotaan, tapi rumah dan lahan ini milik kami dari Pemerintah. Saya akan bercocok tanam, seperti kelapa, jagung, cabai, kalau bisa padi ditanam saya akan coba," ujarnya.

Legino yang baru satu bulan tinggal di lokasi Transmigrasi tersebut, merasa nyaman hidup bersama keluarganya. Namun satu hal yang ingin ia minta kembali kepada Pemerintah, yakni listrik dan air bersih. Selain itu sekolah SD bagi anak-anak mereka ditambah.

"Kami ingin sekali menikmati listrik, memang kami ada di bantu lampu caplok. Satu lagi kalau bisa ada sekolah SMP disini. Agar nantinya ketika anak kami selesai SD bisa lanjut ke SMP," kata Legino, yang mempunyai dua anak ini.

Hal yang sama juga disampaikan warga lainnya, Masrani. Ia mengakui, hidup di kawasan transmigrasi memang banyak yang kurang. Namun ia sangat bersyukur dengan kepedulian pemerintah terhadap masyarakat terpencil yang ada di desa mereka.

"Tidak mudah untuk menuju ke sini, dengan membayar pancung (kapal mesin) menuju ketempat kami, harus membayar Rp50 ribu sekali pergi. Mahal memang untuk bisa keluar dari lokasi ini. Tapi kami tetap menikmati hidup di sini," ungkapnya.

"Selama satu tahun lebih kami diberi bantuan bahan pokok. Dan lahan untuk menyambung hidup tentu akan kami manfaatkan dengan sebaik-baiknya, agar nanti hasil dari yang kami tanam bisa menghasilkan. Baik untuk sendiri dan untuk kami jual biar bisa dapat duit," tambahnya.

Terus Membangun
Sementara itu, Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman, mengatakan, Pemprov Riau akan terus membangun sampai ke daerah terpencil yang ada di Riau. Yang selama ini tidak tersentuh pembangunan dan insfrastruktur.

"Kita ingin masyarakat Riau sampai ke pelosok bisa hidup dengan layak. Makanya kita terus mendorong pembangunan, terutama infastruktur.  Pemerintah hanya bisa menyediakan sarana dan prasarana," ujar Gubri.

Dikatakan Gubri, suatu saat, daerah-daerah yabg sudah dilengkapi infrastrukturnya ini akan lebih baik lagi tingkat perekonomiannya. Dengan modal, dan lagan yang diberikan bisa menanam dan mengambil hasilnya.

"Siap menghasilkan apa yang telah diberikan, dan suatu saat saya akan kembali ke sini untuk melihat hasil kerja dari masyarakat di sini," kata Gubri, yang disambut tepuk tangan dari warga.

Sementara itu, Bupati Inhil HM Wardan sangat bersyukur atas bantuan yang telah diberikan Pemprov Riau untuk Inhil. Ia mengakui, masih banyak daerah di Kabupaten yang dipimpinnya, yang membutuhkan pembangunan. Terutama infrastruktur jalan.

"Masyarakat kini bisa merasakan ratusan miliar APBD Provinsi yang dikucurkan ke Inhil. Dan ini untuk kelancaran pelaksanaan pembangunan di daerah," ujar Wardan.

"Jalan-jalam di Inhil ini masih perlu bantuan dari Provinsi untuk segera di lanjutkan pembangunannya. Dan kami juga sangat berterimakasih atas bantuan 10 unit eskavator dari Pemprov. Dan ini akan kami berikan ke seluruh Kecamatan untuk digunakan pembangunan," kata Wardan.

Pada acara penyerahan 146 unit rumah, dilokasi Transmigrasi tersebut juga dibangun 78 unit sarana air bersih, sumur bor air dalam, Puskesmas Pembantu, rumah ibadah, rumah kepala unit, rumah petugas unit dan sarana lainnya.

Turut hadir, Sekdaprov Riau Ahmad Hijazi, Kadisnaker Riau Rasyidin Siregar, Anggota DPRD Riau dapil Inhil, anggota DPRD Kabupaten Inhil, dan dinas-dinas yang ada di lingkungan Pemkab Inhil. (advertorial)

BERITA TERKAIT:
Masih Tahap Perbaikan, Agustus Andi Rachman Pindah Rumah
305 CPNS Terima SK Pengangkatan Jadi PNS
Warga Perhentian Raja Temukan Jasad Bayi Dalam Plastik Bekas
Hebat, Warga Siak Buat Pakan Ikan Secara Mandiri
Temukan 5 Kg Ganja di Tong Sampah, Warga Melapor
Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.