ADVERTORIAL DPRD RIAU

DPRD Riau Gelar Paripurna Penyampaian Program Kerja
Calon Wakil Gubernur Riau Sisa Masa Jabatan


 Riau
Foto Bersama usai Paripurna Penyampaian Program Kerja
Calon Wakil Gubernur Riau.
PEKANBARU, Oketimes.com- DPRD Riau menggelar rapat paripurna penyampaian program kerja Calon Wakil Kepala Daerah Provinsi Riau, sisa masa jabatan 2014-2019 siang ini, Kamis (13/4/2017). Rapat tersebut dipimpin Ketua DPRD Riau Dra. Hj. Septina Primawati MM dan dihadiri Gubernur Riau yang diwakili Sekretaris Daerah Provinsi Riau Ahmad Hijazi.

Hadir dalam Paripurna tersebut Danrem, Kapolda, pejabat eselon dan ASN serta tokoh masyarat dan media. Dua calon Wakil Gubernur Riau masing-masing H. Ruspan Aman dan H. Wan Thamrin Hasyim menyampaikan pokok-pokok program kerja mereka ke depan apabila mereka dipilih mendampingi Gubernur H. Arsyadjuliandi Rachman disisa masa jabatannya.

Calon Wakil Gubernur pertama yang menyampaikan program kerjanya adalah H. Ruspan Aman yang merupakan pantolah Partai Golkar Riau dan pernah menjadi anggota DPRD Riau lima periode,. Dalam penyampaian program kerjanya, H. Ruspan Aman menjabarkan beberapa prioritas . Prioritas program kerja itu terbagi dalam lima pokok pikiran.

Pertama; Pembangunan dan Pemantapan Infrastuktur yakni, Program Pembangunan Jalan dan Jembatan, Program Pembangunan Infrastruktur Pedesaan, Program Rehabilitasi\Pemeliharaan Jalan dan Jembayan , Program Pengenalian Banjir;

Kedua; Peningkatan Aparatur dan Birokrasi Pemerintah yang mencakupi , Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian Kinerja dan Keuangan; Program Peningkatan Sistem Pengawasan Internal dan Pengendalian Pelaksanaan Kebijakan KDH; dan Program Pengembangan Informasi dan Komunikasi Publik.

Ketiga; Peningkatan Ekonomi Berdaya Saing serta Kesejahteraan Rakyat yang meliputi; Program Pemngembangan dan Pemasaran Pariwisata; Program Peningkatan Partisipasi Masyarakat Dibidang Pariwisata; Program Peningkatan Kerjasama Perdagangan Internasional; Program Peningkatan Kemampuan Tehnologi Industri; Program Ketahanan Pangan; Program Peningkatan Kesejahteraan Petani; Program Pengembangan Industri Kecil dan Menengah.

Keempat; Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia meliputi; Program Pembinaan Peran Serata Masyarakat dalam Pelayanan KB\KR yang Mandiri; Program Keluarhga Berencana; Program Pendidikan Menengah.

Kelima; Pengembangan Budaya, Olahraga , Seni , dan Kemasyarakatan meliputi; Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Olahraga; dan Program Peningkatan Sarana dan Prasana Aktifitas Kepemudaan.

Ruspan Aman saat ini menjabat Ketua Harian DPD Partai Golkar Riau merupakan Putra kelahiran Inuman pada 15 November 1951 dan memulai hingga menamatkan pendidikan SR, SMP ,SPG dan PGSLB di kampong halamannya InumanCirenti Taluk Kuantan Kabupaten Kuantan Sengingi. Sarjana Muda tamatan Universitas Riau tahun 1975 dan Sarjana Pendidikan dari IKIP Medan tahun 1982 ini pernah mengambil program Akta Mengajar V Tehnologi Pendidikan di Universitas Terbuka Jakarta tahun 1984 dan menamatkan Magister Hujum di Universitas Islam Indonesia Yogyakarta pada tahun 2005 dan diwisuda dengan prediket comloude tahun 2006. Pernah menjadi guru dari tahun 1970 hingga tahun 1082 dan menjadi Dosen dan dosen luar biasa hingga saat ini di Universitas Lancang kuning Pekanbaru dan pernah menjadi Pembantu dekan di FNGY Unri tahun 1985 sebelum terjun ke politik dan menjadi anggota DPRD Riau tahun 1987 hingga 2009.

 Riau
H Ruspan Aman.
Ruspan Aman yang sudah sangat terkenal di Provinsi Riau terutama di kalangan birokrasi dan parlemen serta politik merupakan seorang pria yang humoris dan sangat fleksibel. Bukan saja enak untuk berdebat , Ruspan Aman juga terkenal dengan guyonannya yang segar dan mudah mencairkan suasan. Bahkan sat menyampaikan program kerja calon Wakil Gubernur Riau di hadapan Sidang Paripurna DPRD Riau Ruspan Aman tidak meninggalkan cirri khasnya itu, sehingga semua yang hadir tidak merasa tegang dan tersenyum.

Dalam program kerjanya itu Ruspan Aman juga menggarisbawahi Program Prioritas yang akan dilaksanakan pada Tahun 2018 berdasarkan RKPD Tahun 2011, sebagai berikut;

Pertama Program Peningkatan Jumlah Karya Seni Budaya Melayu yang dihasilkan meliputi; Program pengelolaan Kekayaan Budaya, Program Pengembangan Nilai Budaya, Program Pengembangan Ekonomi Kreatif Berbasis Seni Budaya.

Kedua; Program Peningkatan Jumlah Sekolah yang Menerapkan Muatan Lokal Budaya Melayu meliputi; Program Fasilitas Ketahanan Seni, Budaya , Agama , dan Kemasyarakatan] Program Pengembangan dan Pelestarian Nilai-nilai Budaya; Program budaya Melayu yang menjadi program unggulan patut didukung. Karena Pemerintah Riau telah membentuk OPD Dinas Kebudayaan. Kebijakan ini bentuk keseriusan dalam pengembangan program budaya Melayu.

Ketiga; Program dalam Pengembangan Presentase rumah tangga yang mendapatkan air bersih meliputi Program Penyediaan dan Pengelolaan Air Bersih.

Keempat; Program dalam rangka Peningkatan rasio panjang jalan dalam kondisi baik meliputi; Program Pembangunan Jalan dan Jembatan; Program rehabilitasi\Pemeliharaan Jalan dan Jembatan.

Kelima; Program peningktana cakupan elektrifikasi atau daerah yang dialiri listrik meliputi Program pembinaan dan pengembangan bidang ketenagalistrikan; Program pembinanaan dan pengembangan energy baru dan konservasi energy. Keenam; Program dalam rangka peningkatan pertumbuhan ekonomi meliputi; Program peningkatan kualitas dan produktifitas tenaga kerja serta; Program Peningkatan kesempatan kerja. Ketujuh; Program dalam rangka peningkatan angka rata-rata lama sekolah dan angka harapan lama sekolah meliputi; Program Pendidikan Khusus dan Layanan Khususs; Program Pendidikan Menengah; Program Manajemen Pelayanan Pendidikan.

Kedelapan; Program dalam rangka peningkatan angka harapan hidup meliputi; Program perbaikan gizin masyarakat; Program upaya pencegahan penyalahgunaan Narkoba; Program peningkatan Keselamatan ibu melahirkan dan anak; Program pencegahan dan penanggulangan penyakit menular.

Kesembilan; Program pengurangan tingkat kemiskinan dan penurunan Gini Ratio meliputi; Program Pelayanan dan Rehabilitasi Kesejahteraan Sosial; Program pelayanan kesehatan penduduk miskin; Program bantuan dan jaminan social perlindungan social.

Kesepuluh; Program dalam rangka opini Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) meliputi; Program peningkatan pengembangan system pelaporan capaian kinerja keuangan; Program peningkatan dan pengembangan pengelolaan keuangan daerah.

Sebelas; Program dalam rangka pengurangan penggangguta=ran terbuka meliputi; Program pengembangan lembaga ekonomi pedesaan; Program peningkatan kualitas dan produktifitas tenaga kerja; Program peningkatan kesempatan kerja.

Duabelas; Program peningkatan nilai akuntabilitas meliputi; Program penataan kelembaaan; Program peningktan pengembangan system pencapaian pelaporan capaian kinerja dan keuangan; Program peningkatan dan pengmbangan pengelolaan keuangan daerah; Program perencanaan pembanganan.

Tigabelas; Program peningkatan nilai investasi penanaman modal asing (PMA) meliputi; Program peningkatan iklim investasi an realisasi investasi serta; Program peningkatan promosi dan kerjasama investasi.

Empatbelas; Program dalam rangka peningkatan skor laporan penyelenggaraan pemerintah daerah (LPPD) meliputi; Program peningkatan kualitas kelembagaan; Program peningkatan pengembangan system pelaporan capaian kinerja keuangan; Program peningkatan dan pengmbangan pengelolaan keuangan daerah serta; Program perencanaan pembanganan.

Limabelas; Program peningkatan nilai keterbukaan informasi public meliputi; Program pengembangan informasi dan komunikasi public; Program pengembangan komunikasi, informasi, dan media massa; Program pengembangan data\informasi.

Enambelas; Program peningkatan Investasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) meliputi; Program peningkatan iklam investasi dan realisasi investasi; Program pengembangan industry kecil dan menengah; Program peningkatan produksi dan kerjasama investasi. Tujuhbelas; Program pengurangan tingkat pengangguran terbuka meliputi; Program pengembangan pmasaran pariwisata; Program pengembangan destinasi pariwisata; Program peningkatan partisipasi masyarakat di bidang pariwisata; Program pengembangan ekonomi kreatif berbasis media, disein dan Iptek.

Delapanbelas; Progra, Peningkatan Niali Reformasi Birokrasi meliputi; Program peningkatan kapasitas penyelanggara pemerintah daearah dan Reformasi Birokrasi; Program Reformasi Birokrasi; Program Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi serta; Program peningkatan disiplin aparatur .

Sembilanbelas; Program peningkatan nilai tukar petani (NTP) meliputi; Program peningkatan kesejahteraan petani; Program peningkatan pemasaran hasil produksi pertanian\perkebunan ; Program peningkatan produksi hasil pertanian\perkebunan ; Program peningkatan produksi hasil perternakan; Program optimalisasi pengelolaan dan pemasaran produksi perikanan; Programpengembangan budidaya perkanan; Program pengembangan perikanan tangkap.

Duapuluh; Program peningkatan kontribusi pertanian terhadap PDRB meliputi; Program peningkatn aketahanan pangan; Program peningkatan ketahanan pangan pertanian\perkebunan; Program peningkatan penerapan tehnologi pertanian/perkebunan.

Duapuluhsatu; Program peningkatan indeks kualitas lingkungan hidup meliputi; Program pengendalian pencemaran dan perusakan lingkunan hidup; Program perlindungan dan konservasi SDA; Program penyelenggaraan penanggulangan bencana; Program pengembangan, pengelolaan dan konservasi sungai, danau dan SDA lainnya.

 Riau
Semua program itu dengan gambling diuraikan Ruspan Aman dan mendapat aplus dan perhatian setiap undangan yang hadir saat itu.

Kesempatan kedua diberikan untuk calon Wakil Gubernur kedua Drs. H. Wan Thamrin Hasyim. Putra Riau kelahiran Bagansiapiapi tanggal 27 Desember 1944. Mantan Plt Bupati Rokan Hilir dan kemudian menjabat Bupati Rokan Hilir .

Sebelumnya, Wan Thamrin pernah menjabat Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi Riau dan juga pernah menjadi bendahara Partai Golkar Kepulauan Riau, Pernah menjabat anggota dewan pertimbangan Partai Golkar riau dan anggota kehormatan adat dalam Lembaga Adat Melayu Riau, dan pernah juga menjadi pengurus Yayasan Ali Haji Riau.

Program Wan Thamrin meliputi beberapa hal yang masuk dalam visi dan misi arahpembangunan provinsi. Dengan mempertimbangkan berbagai aspek seperti; kondisi geografis dan demografis; kondisi ekonomi seperti pertumbuhan ekonomi dan PDRB serta laju inflasi. Seangkan kondisi sosial dan semua data yang real diapaprkan mantan bupati ini di hadapan siding paripurna.

Berikut beberapa hal yang menjadi fokus uraian Wan Thamrin; Indeks Pembangunan Manusia yang mempertimbangkan angka harapan hidup di Riau 70,93 persen; Harapan lama sekolah 12,74 persen; Rata-rata lama sekolah 8,49 persen dan Pengeluaran Perkapita Disesuaikan Rp. 10.394 per kapita.

Kemiskinan; angka kemiskinan di Riau sebesar 7,67 persen atau dibawah angka kemiskinan nasional yang mencapai 10,7 persen.

Pengangguran terbukadi Riau sebesar 7,43 persen atau di atas pengangguran terbuka nasional sebesar 5,61 persen.

 Riau
Kondisi Keuangan daerah yang pada tahun 2017 ini APBD Riau Rp. 11,008 triliun sedangkan 2016 hanya Rp. 10,366 triliun. Sedangkan realisasi pelaksanaan APBD 2016 mencapai 84,66 persen dan juga meningkat dibandingkan tahun sebelumnya hanya 66,15 persen. Ini menurut Wan Thamrin membawa dampak positif pada peningkatan ekonomi masyarakat Riau.

Jika Ruspan Aman menyampaikan apa saja program kerja jika terpilih nanti, lain halnya dengan Wan Thamrin Hasyim. Mantan Bupati Rokan Hilir periode pertama ini dalam pidato mengatakan, program kerja dirinya sejalan dengan visi misi Gubernur Riau saat ini.

"Program kerja saya tidak akan lepas dari program kerja pak Gubernur saat ini. Yakni mencerminkan upaya pengembangan potensi maupun penanganan permasalahan pembangunan, sehingga mampu meningkatkan peran posisi strategis Provinai Riau," ujarnya.

"Wagubri itukan mendampingi Gubri dimasa sisa jabatan. Jika terpilih tentunya bersama membangun Riau dengan maksimal. Untuk masyarakat Riau," lanjut dia.

Ketua DPRD Riau Dra. Hj. Septina Primawati MM, menyebutkan, setelah program kerja ini disampaikan, semoga dapat menjadi bahan pertimabangn bagi para anggota dewan untuk memilih yang terbaik pada tanggal 25 April 2017 mendatang.

Menurut Ketua Panitia Pemilihan (Panlih) Wakil Gubernur Riau , Aherson mengatakan, dengan telah disampaikannya program kerja oleh masing-masing calon Wakil Gubernur maka tugas panitia sudah selesai.

 Riau
"Siapa nantinya yang akan dipilih ketentuan berada pada hasil pemilihan mendatang. Dengan penyampaian program kerja ini nanti para anggota dewan dapat melihat dan menentukan pilihan," sambutnya.

Sementara untuk pelaksanaan Peripurna ini anggota DPRD Riau yang hadir hanya setengah yakni 35 orang dari 65 orang.

“Dari jumlah anggota Dewan 64 orang hadir sebanyak 35 orang maka kuorum, sidang dapat dilaksanakan,”kata Ketua DPRD Riau saat membuka sidang Peripurna itu.

Selain itu Pimpinan sidang juga menjelaskan bahwa sesuai dengan tata tertip pemilihan wakil kepala daerah Provinsi Riau sisa masa jabatan 2014-2019, sidang Paripurna penyampaian Program Kerja Calon wakil Kepala Daerah ini merupakan proses akhir sebelum dilaksanakan penetapan nama Wakil Kepala daerah oleh Panitia.

Dua orang bakal calon Wakil Gubernur Riau yang akan mendampingi Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman yakni Ruspan Aman dan Wan Thamrin Hasyim. Ruspan Aman tampil sebagai kontestan pertama menyampaikan program kerjanya dihadapan anggota DPRD Riau.(Advertorial)